Sabtu, 08 September 2018

Berkeliarannya Haters Di Sekitar Kita

Kabar Berita Terbaru - Haters atau beberapa pembenci ialah kejadian di jagat sosial media (sosmed). Seorang atau sekumpulan orang itu biasanya mengekspresikan kedengkian di internet ataupun sosmed. Haters menyerang selebritas serta tokoh terkenal seperti elite politik yang aktif di sosmed. Makin banyak profil publik eksis di sosmed, ramai juga akun-akun haters banyak muncul.

Hiters
Hiters

Mereka merubah netizen atau warganet serta pemakai sosmed untuk rasakan kedengkian yang sama. Bahkan juga, haters mengharap figur profil yang dibenci itu hancur.

Bagaimana kenyataan tentang haters? Apakah pemicunya serta strategi mencegah beberapa pembenci itu? Baca Infografis di bawah ini :

Haters nyatanya tidak cuma dapat menjamur karena membenci satu ciri-ciri, seperti selebritas atau tokoh politik spesifik. Psikolog Prof Dr Hamdi Muluk menilainya, haters dapat juga muncul karena impitan ekonomi.

" Tidak hanya orang yang membenci satu ciri-ciri, ada pula kelompok yang awalannya bukan haters, dapat turut pergerakan pelintiran kedengkian karena impitan ekonomi, " tutur Hamdi pada Tekno Liputan6. com lewat sambungan telephone, Selasa, 4 September 2018, di Jakarta.

Gawatnya, dengan usaha pelintiran kedengkian ini, dia meneruskan, orang yang awalnya cuma mempunyai kandungan kedengkian 1/2 jadi full alias betul-betul tidak suka pada selebritas atau tokoh politik spesifik.

Bagaimana Menangkalnya?

Mendekati Pemilihan presiden 2019, penyebaran berita hoaks dari akun-akun haters yang mensupport semasing capres (calon presiden) serta cawapres (calon wakil presiden) diyakinkan akan makin menjamur.

Menanggapi hal tersebut, ahli sosial media Nukman Luthfie menyampaikan, pro serta kontra dari semasing simpatisan calon presiden serta calon wakil presiden tentu akan ramai banyak muncul.

Ia juga memberi beberapa panduan bagaimanakah cara menanggapi haters di sosial media. " Amannya tak perlu kita pedulikan. Jika ada yang mem-bully serta sebarkan hoaks tinggal lapor saja di basis berkaitan (Facebook atau Twitter), " kata dia pada Tekno Liputan6. com lewat sambungan telephone, Selasa, 4 September 2018, di Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar